Presiden SBY Disambati Minyak Mahal oleh Petani

Madiun – Selama 45 menit, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berdialog dan mendengar curhat dari sekitar 250 petani kedelai di  sentra pertanian kedelai di Dusun Banaran Desa Demangan Kecamatan Tanjung Anom Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (11/9/2008).

Kesempatan emas itu digunakan oleh petani untuk mengeluhkan berbagai persoalan yang tengah dihadapi masyarakat. Selain masalah pertanian, salah satu topik yang dikeluhkan adalah melambungnya harga minyak tanah.

Keluhan harga minyak tersebut disampaikan oleh salah satu petani kedelai, Suwadi.  “Kulo niki gumun Pak Presiden, nopo minyak meniko sak meniki kok regine terus mundak. Nopo sumbere sampun mboten mili? (Saya heran Pak Presiden, kenapa minyak tanah sekarang harganya semakin mahal. Apa karena sumbernya sudah tidak mengalir lagi-red),” keluh Suwadi.

Menanggapi keluhan itu, SBY mengatakan bahwa persoalan harga minyak hampir dirasakan seluruh negara. “Bukan hanya kita yang menangis dengan kenaikan harga minyak. Tapi seluruh dunia. Bukannya produk minyak kita yang sedikit tapi memang kebutuhan negara kita saat ini termasuk yang sangat tinggi bila dibandingan dengan jumlah produksinya,” jawab SBY.

SBY mengaku, keputusan menaikkan harga minyak diambil pemerintah dengan sangat terpaksa. Mengingat terus naiknya harga di pasar dunia. Menyikapi kenaikan harga, presiden menyayangkan masih adanya beberapa oknum yang menyelundupkan dan menyalahgunakan fungsi minyak.

Presiden berjanji dan meminta kepada pembantunya di kabinet agar bisa mengoreksi Pertamina terkait kenaikan harga minyak tersebut.

Dalam kunjungannya kali ini, presiden didampingi sejumlah menteri diantaranya Menko Polhukam Widodo AS, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Plt. Menko Perekonomian Sri Mulyani, Mensesneg Hatta Rajasa, Menhub Djusman Syafi`i Djamal, Menkominfo M. Nuh, Seskab Sudi Silalahi, serta Jubir Presiden Andi A. Mallarangeng, Mensesneg Rudi Silalahi serta Penjabat Gubernur Jatim Setya Purwaka dan Kapolda Jatim Irjen Pol Herman S Sumawiredja.

Presiden pun beserta rombongan meninggalkan Nganjuk pukul 10.05 WIB dan menuju Sembung di Dusun Piyak, Desa Sembung, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang. Presiden akan bertemu dan berdialog dengan para perajin  yang terhimpun dalam Sentra Industri Kecil Menengah Manik-manik/Kaca, dan Kelompok Tani Desa Plumbon Gambang.

One response to this post.

  1. Posted by warmansaja on September 11, 2008 at 2:39 pm

    wajar saja disambati minyak mahal. disuruh ganti elpiji eh elpiji dinaikin lagi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: