PESAN-PESAN AKHIR RASULULLAH SAW


Oleh : Ust. Hotma Zainul Arifin

Nasehat merupakan himbauan yang datang untuk memperbaiki kekurangan diri selain menghitung-hitung kekurangan diri oleh dirinya sendiri. Pantas dan bijaksana bagi muslim yang taat dengan bersyukur kepada Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya. Sejak proses penjelmaan jasad dari pertarungan jutaan sel sperma dan yang menjelma menjadi jasad hanya satu sel, maka ucapan rasa syukur janganlah berhenti sampai di sini, sesungghunya rasa syukur itu patut dilakukan sejak kita belum dilahirkan.

Rasulullah SAW adalah makhluk yang istemewa, beliau menjadi panutan yang pantas dijadikan sebagai contoh. Beliau menyatakan bahwa, “Aku diutus ke muka bumi ini tiada lain hanyalah untuk kemulian akhlak”. Pesan-pesan terakhir saat akan meninggalkan dunia ini, beliau berpesan dengan mengatakan, “Ash-Sholat, Ash-Sholat, Ash-Sholat (shalat) An-Nisa, An-Nisa, An-Nisa (wanita) dan Ummati, Ummati, Ummati(umatku)”.

Allah SWT dan Rasul-Nya selalu mengundang dan menghimbau kepada manusia dalam setiap sendi-sendi kehidupan untuk taat pada syariat Islam. Himbauan Allah SWT dan Rasul-Nya ini oleh sebagian manusia ditanggapi dengan mengelak dan tidak peduli, bahkan perintah menunaikan haji bagi mereka yang mampu terkadang berat untuk dilaksanakan. Mereka beralasan “karena belum ada panggilan”. Ketahuilah, panggilan beribadah haji sudah sejak dulu menjadi panggilan Allah dan Rasul-Nya yang diabadikan dalam Al-Qur’an. Bagi orang yang telah mampu untuk melaksanakan ibadah haji maka hujamkanlah niat yang ikhlas, karena banyak yang tidak mampu akan materi tetapi tidak terbesit niat yang ikhlas dari hatinya untuk ibadah haji. Seorang sufi pernah mengatakan bahwa ibadah haji adalah latihan untuk mati, jamaah diwajibkan memakai kain ihram yang terbuat dari kain putih tanpa ada jahitan dan seluruh urusan dunia ditinggalkan; keluarga, harta, jabatan dan lain sebagainya. Itulah ritual sejarah yang diperintahkan kepada nabi Ibrahim AS yang dilaksanakan dengan ikhlas tanpa bertanya-tanya tentang apa yang diperintahkan Allah kepadanya.

Indahnya Islam sudah tidak mewarnai umat Islam saat ini; pengucapan syahadat hanya sebatas ucapan dari mulutnya, tidak dengan hatinya. Ayat-ayat Al-Qur’an dan Asma Allah sering diucapkan tetapi sering pula diperjualbelikan, bahkan keintektualitasan mencoba untuk mengahkan ayat-ayat Al-Qur’an sebagai firman Allah , bershalawat kepada Rasulullah SAW selalu diucapkan tetapi dalam kehidupannya justru berhianat . itulah alasan-alasan yang tidak mau memperjuangkan kebenaran secara kaffah (sempurna), yang paling ironis dan menyedihkan adalah ketika menghadapi bisnis, pekerjaan, dan urusan dunia lainnya; Allah ditinggalkan dan dilupakan begitu saja, mereka adalah orang-orang munafik.

Ada tiga ciri orang-orang munafik , yaitu apabila berbicara penuh dengan kebohongan, apabila berjanji selalu diingkarinya, dan apabila diberikan amanah dia berhianat. Ditengah-tengah hiruk-pikuknya zaman, marilah untuk mencari harta yang halal, karena mendapatkan harta yang haram sama saja mengumpulkan adzab terhadap dirinya. Kemunafikan dalam berbicara sangat mudah dilakukan karena berbicara adalah perbuatan yang mudah diperbuat. Semua manusia sapat berbicra tetapi hanya sebahagian saja yang pembicaraannya dapat dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Kemunafikan dalam mengobral janji dan ingkar tehadap janji terutama masalah hutang piutang. Dalam sebuah riwayat Rasulullah SAW, “Rasulullah SAW enggan menshalatkan umat dan sahabatnya yang meninggal dunia yang masih memiliki hutang”. Dalam riwayat lain, Rasululah SAW melihat seseorang yang sedang berdo’a lama disertai dengan menangis, tetapi Rasulullah SAW berkata “Bagaimana do’anya akan terkabul sementara makannya dan pakaiannya dari barang-barang yang haram”.

Ada beberapa pesan dan nasehat Rasulullah SAW kepadapara sahabat dan umatnya; melunasi hutang piutang, bergegas untuk menguburkan jenazah dan menikahkan anak yang sudah siap lahir dan batin. Demikian semoga kita diberikan kekuatan dalam setiap kejadian, an selalu mengambil hikmah dalam setapl kejadian.

Wallahu’alam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: