IHSAN SEBAGAI SYARIAT KASIH SEMESTA

Syariat kasih adalah karunia Allah SWT yang universal, sebagai rahmat bagi seluruh alam. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT mewajibkan ihsan atas segala sesuatu, apabila kalian membunuh maka berlakulah/berbuatlah ihsan cara membunuh, dan apabila kalian menyembelih hewan maka berlakulah ihsan cara menyembelih dan hendaknya menajamkan alat pisaunya dan rekatkanlah sembelihannya”.

Prinsip ajaran Islam adalah Ihsan (berbuat baik). Secara bahasa, ihsan berasal dari kata hasanah (kebaikan) dan menurut istilah, Rasulullah mendefinisikan ihsan yaitu pengabdian yang besar kepada Allah SWT dengan cara beribadah dan menyadari bahwasanya Allah SWT menyaksikan segala tindak-tanduk dan segala aktifitas kehidupan manusia. Orang yang berbuat ihsan adalah orang yang terbaik di sisi Allah SWT. Allah SWT cinta kepada orang yang baik, tetapi Allah SWT lebih cinta kepada orang yang ihsan. Ciri-ciri dari orang yang ihsan diantaranya: selalu memposisikan taqwa dan keimanan sebagai keutamaan dalam hidupnya, memperbanyak dzikir dan ibadah kepada Allah, mengurangi tidur dan selalu bangun di malam hari untuk bertaqorub kepada-Nya, memperbanyak istighfar dan lain sebagainya. Ciri yang lain dari orang yang berbuat ihsan adalah memiliki kemampuan analisis, memiliki ilmu pengetahuan yang luas dan selalu diamalkan semata hanya untuk kepentingan bersama terutama umat Islam.

Islam mengajarkan kepada manusia untuk berbuat ihsan terhadap diri dan sesama. Rasulullah SAW adalah manusia yang memiliki sifat ihsan dan sosok kepribadian beliau patut dijadikan sebagai contoh. Beliau tidak pernah menyakiti sesama dan juga terhadap makhluk lainnya, bahkan terhadap musuh sekalipun. Dengan demikian sebagai manusia hendaknya kita bertekad untuk tidak menyakiti orang lain, termasuk terhadap binatang dan tumbuh-tumbuhan pun kita dilarang untuk menyakitinya. Allah SWT berfiman; “Dan Dia menciptakan binatang ternak untuk kamu, yang padanya menghangatkan (badan) dan beberapa manfaat, dan sebahagiannya kamu makan.” (QS. An-Nahlu:5)

Ayat diatas menerangkan bahwa setiap hewan dan tumbuh-tumbuhan memiliki kemanfaatan. Setiap hal-hal yang bermanfaat tentunya harus diberikan kebaikan. Kemudian ayat di atas juga menerangkan bahwa Allah SWT memberikan pelajaran yang berharga kepada manusia bahwa tidak ada orang nomor satu Di dunia ini, sehingga manakala menyadari hidup sesungguhnya yang sesuai dengan makna ayat ini, niscaya akan terhindar dari penyakit-penyakit hati seperti riya, takabur, dan senang terhadap pujian dari orang lain. Sikap oarng yang ihsan senantiasa mengharap keikhlasan dan keridhaan Allah SWT, sehingga sekecil apapun yang menurutnya baik maka orang ihsan selalu menganggap itu penting dan bermanfaat.

Beribadah kepada Allah menurut orang yang ihsan memiliki nuansa keyakinan, menghujam ke dalam hati akan keyakinan kepada Allah SWT. Proses untuk menjadi orang yang ihsan adalah mereka yang shalat, puasa, zakat, haji, dan ibadah lainnya dilakukan dengan mengharap keridhaan Allah SWT. Ibadah bagi orang ihsan adalah kebutuhan, sementara ibadah yang dilakukan oleh orang yang tidak ihsan adalah beban.

Sikap ihsan, iman, dan taqwa kesemuanya itu setara dalam pandangan Allah dan Rasul-Nya sebagai kesempurnaan dalam beribadah. Ihsan sangat berkaitan dengan kasih sayang Allah kepada orang-orang shaleh yang dikehendakinya. Sehebat apapun orang yang beribadah kepada Allah, jika tidak mendapat rahmat dari-Nya, ibadanya sia-sia.

Kasih sayang Allah SWT sangat mempesona, jika diantara umat Islam yang tidak mendapat kasih sayang-Nya maka ia termasuk orang yang rugi, karena rahmat Allah hanya untuk mereka yang memiliki kasih sayang terhadap makhluk Allah lainnya. Mungkin kita pernah mendengar kisah seorang wanita yang masuk neraka hanya karena tidak memberikan makan kepada seekor kucing hingga kucing itu mati kelaparan, atau kisah seorang pemuda yang memberikan tanda kepada seekor keledai dengan mencorat-coret tubuh si keledai sehingga sabda Rasulullah SAW menyatakan Allah SWT akan melaknat orang yang mencorat-coret keledai tersebut. Bagaimana sikap kasih sayang kita terhadap makhluk lain saat ini?

Wallahu A’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: