ALLAH SWT MENGETAHUI HATI KITA

Suatu saat Al-junaid mnceritakan pengalamannya, “Saya pernah duduk di dalam masjid Syauniziyah, menunggu jenazah yang akan dishalati. Demikian juga orang-orang Bagdad yang lain, tetapi mereka duduk berdasarkan kedudukan mereka masing-masing. Yang merasa sebagai orang berpangkat duduk di depan, dan yang merasa rendah duduk di belakang.

Setelah urusan itu selesai dan akan beranjak pulang, saya melihat orang fakir yang bekas ibadahnya kelihatan. Dia sedang mengemis kepada orang lain. Sambil berjalan saya bergumam kepada diri sendiri, seandainya orang fakir itu berhias diri, tentu dia akan lebih tampan. Setelah itu saya pulang ke rumah.

Pada waktu malam ketika saya sedang melaksanakan wirid di hadapanku terdengar suara wirid lain berupa tangisan, shalat, dan yang lainnya. Wirid itu dapat menundukkan sumua wiridku. Ketika itu saya dalam keadaan antara bangun dan duduk, tapi sangat mengantuk sehingga saya tertidur. Dalam tidurku saya sedang dipanggul oleh beberapa orang dan diletakkan di atas singgasana yang luas. Mereka mengatakan kepadaku, “makankanlah dagingnya karena engkau telah menggunjingnya”. Saya mengatakan saya tidak menggunjingya. Saya hanya bergumam kepada diri sendiri.’ Mereka mengatakan, “Engakau tidak termasuk oang yang direlakan dengan sesamanya. Oleh karena itu pergilah dan minta maaflah kepadanya.

Saya sangat kebingungan karena mimpi itu. Suatu saat saya melihatnya sedang duduk di suatu tempat yang teduh di tepi sungai. Saya mendekatinya lalu mengucapkan salam kepadanya. Dia bertanya kepadaku, “Apakah engkau masih membiasakan diri menggunjing? Saya menjawab, “Tidak”. Kemudian dia mengatakan, “mudah-mudahan Allah SWT mengampuni kita”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: