KELELAWAR IKUT MEDAN MAGNET

Kelelawar tidak hanya bisa menghindari rintangan di kegelapan, tapi juga dapat menjelajah ke tempat yang jauh dan kembali ke sarangnya tanpa kehilangan arah. Bagaimana mereka bisa melakukannya, mungkin berkaitan dengan kompas magnetik bumi.
Kelelawar diperkirakan memiliki sistem internal yang dapat mendeteksi arah berkas medan manget bumi. sebagaimana dilaporkan dalam Jurnal Nature, para ilmuwan menyatakan kemampuan tersebut melengkapi sistem sensor suara yang digunakan hewan malam tersebut untuk menghindari rintangan.
Pada jarak dekat, kelelawar memantulkan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk mengatur arah terbangnya di kegelapan. Proses yang disebut echolocation ini digunakan untuk menentukan lokasi mangsa dan menghindari rintangan.
Namun, sistem ini tidak begitu berguna untuk menentukan letak suara benda pada jarak jauh. Para ilmuwan tidak yakin cara inilah yang juga dipakai kelelawar untuk menentukan arah jalan pulangnya setelah semalaman berburu.

Kompas
Hewan-hewan lain seperti merpati, burung-burung migran, kadal air, dan kura-kura, misalnya memanfaatkan medan mangnet bumi untuk menentukan arah. Apakah cara seperti ini juga dipakai kelelawar?
Untuk mempelajarinya, Richard Holland dari Universitas Princeton, AS mengamati perilaku 15 ekor kelelawar coklat besar (Eptesicus fuscus) yang umumnya hidup di Kanada dan Amerika Utara. Kelelawar jenis ini secara rutin melakukan perjalanan hingga 100 kilometer untuk mencari tempat hibernasi selama musim dingin.
Pada pengujian yang dilakukan, setiap kelelawar diberi pemancar radio dan dilepas 20 kilometer dari sarangnya dan diamati dari pesawat kecil. Sebagian diberi sejenis helm yang menghasilkan medan magnet yang tidak searah dengan medan magnet bumi, sedangkan sebagian lainnya tidak.
Satu persatu kelelawar yang tidak diberi gangguan medan magnet terbang ke arah sarangnya dengan tepat. Namun, kelelawar yang diberi gangguan medan magnet kebanyakan membelok ke tempat lain, hanya sebagian yang sampai ke sarang dengan tepat.
Hal ini menunjukkan kelelawar mungkin memanfaatkan medan magnet bumi sabagai navigasi. Mereka kemungkinan juga bisa mengetui bahwa kompas internalnya melakukan kesalahan dan melakukan reorientasi dengan mengubah ke mekanisme lain.
Para peneliti berencana mempelajari mekanisme lain yang mungkin dipakai kelelawar untuk navigasi. Mereka tengah mengembangkan pelacak berbasis satelit agar dapat memantau terang kelelawar lebih luas. Perangkant global posotioning system (GPS) standar yang ada saat ini masih terlau berat dipasan pada tubuh kelelawar.

One response to this post.

  1. Assalamualaikum WR WB
    Subhanallah itulah kebesaran sang Maha Pencipta Robbulalamin, ALLAH aja waala. Yang maha sempurana, sehingga citaannya pun sempurna hasilnya serasi keadaanya seinbang kehidupannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: