Asosiasi Tekstil Tuntut PLN Rp 10 Miliar

Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jawa Barat akan menuntut secara perdata PT Perusahaan Listrik Negara sebesar Rp 10 miliar. Ketua API Jawa Barat, Ade Sudrajat mengatakan tuntutan ini diajukan akibat pemadaman listrik yang dilakukan secara mendadak oleh PLN selama 2 minggu belakangan.

Tuntutan Rp 10 miliar dihitung berdasarkan kerugian materiil pabrik tekstil dan polimer di Majalaya, Banjaran, Rancaekek, Leuwigajah, Cimahi dan Padalarang. Kerugian timbul lantaran perusahaan tetap harus membayar upah buruh meski proses produksi berhenti. Selain itu, pengiriman barang kepada pembeli juga tertunda. Lantaran terus merugi, dua pabrik polimer di Rancaekek dan Cimahi, bahkan telah menghentikan produksinya.

Menurut Ade, saat ini API sedang meminta perusahaan-perusahaan itu menyiapkan kuasa hukum. Dia mentargetkan bulan depan masalah ini sudah masuk ke pengadilan.

Deputi Manajer Komunikasi PLN Jawa Barat dan Banten Bambang Dwiyanto menyayangkan langkah yang ditempuh API itu. Sesungguhnya rencana pemadaman sudah disosialisasikan seminggu sebelumnya oleh kantor-kantor cabang melalui surat atau telepon. Ini memungkinkan industri bisa melakukan persiapan dengan menggunakan pembangkit alternatif.

Namun Ade membantah. Menurut dia, pemberitahuan oleh PLN baru dilakukan 10 menit sebelum pemadaman. “Itu pun lewat telepon, mana bisa melakukan persiapan,” katanya.

PLN terpaksa harus melakukan pemadaman bergilir akibat tersendatnya suplai bahan bakar minyak ke dua pembangkit yaitu Tambak Lorok di Semarang dan Muara Tawar, Bekasi. Pemadaman dilakukan antara 1-4 jam. Namun Bambang menjanjikan pasokan bakal kembali pulih dalam 1-2 hari mendatang.

Ade menargetkan tuntutan bisa masuk pengadilan pada Juni mendatang “Ini untuk mendidik PLN agar bekerja profesional dan tidak semena-mena terhadap masyarakat,” ujarnya.

Di Serang, Banten, pemadaman listrik membuat seminar di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten berakhir ricuh. Seminar berjudul “Urgensi Demokratisasi Pemerintah Daerah Dalam Mengakselerasi Pembangunan Provinsi Banten” ini menghadirkan Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Dr. Dwi Purwoko dan Anggota Dewan Pertimbangan Daerah asal Banten Renny Pujiati. Selain itu Asisten Daerah I Provinsi Banten Syafrudin Isma’il dan Pembantu Dekan I Fakultas Hukum E.
Rachmat Jazuli. Ketua panitia Anom Wahyu Asmorojati, mengatakan PLN Banten tidak memberitahukan pemadaman ini sebelumnya.

Pemadaman juga terjadi di wilayah Cirebon yang mengakibatkan sejumlah lampu lalu lintas di kota ini mati.

Sementara itu, PT PLN Area Pelayanan dan Jaringan Purwakarta mengaku merugi hingga Rp 4,7 miliar. Indra Sifniel, Manajer Area Pelayanan dan Jaringan Cabang Purwakarta dan Subang menghitung, pencurian listrik oleh konsumen rumah tangga 7 juta kilo watt jam atau 2,23 persen dari daya tersalur. Sementara jumlah daya yang hilang akibat gangguan teknis adalah 6,5 persen. Total daya yang hilang diperkirakan sekitar 8,73 persen atau 30 juta kilo watt jam dari daya yang selama ini disalurkan. Pencurian dilakukan selama triwulan pertama tahun ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: