Pengembangan diri

Disusun Oleh:
David Zulkarnaen
Siti Mardiyah
Siti Rubaeah
Sugia Nirwansyah
YAYASAN PENDIDIKAN MADIRI
BOGOR EDUCARE
Jl. Cikiray RT 03/06 Desa Sukaraja, Kab Bogor
Telp 0251 271607 Fax 0251 271608


Kata pengantar
Puji syukur kehadirat Allah swt yang telah melimpahkan rahmat-Nya
sehingga makalah etika profesi ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
Makalah etika profesi ini disusun berdasarkan rangkuman dari
beberapa sumber-sumber informasi dan media elektronik yang berkaitan
dengan masalah etika profesi dan pengembangan diri. Begitu pula materi
yang disampaikan pun sesuai dengan pengtahuan tersebut.
Dengan bahasa dan uraian yang sederhana serta penjelasan yang
sistematis, makalah ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam
pembelajaran dan memenuhi target pencapaian sebagai tugas akhir dari mata
pelajaran etika profesi. Harapan kami, makalah ini menjadi salah satu media
yang menarik untuk dibaca dan mudah dipahami oleh seluruh pembacanya.
Akhirnya penulis mengucapkan banyak terima kasih, khususnya
kepada Bapak. Drs. Adi Purwanto selaku pengajar mata kuliah etika profesi
dan seluruh pihak yang telah membantu penyelesaian makalah ini. Penyusun
mengharapkan saran-saran dari para pembaca sebaghai masukan yang
berguna bagi penyempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat
bagi kita semua.
Bogor, 26 Juli 2008
Penyusun
iii
DAFTAR ISI
Cover……………………………………………………………………………………… i
Kata pengantar ………………………………………………………………………… ii
Daftar isi …………………………………………………………………………………. iii
BAB I
Pendahuluan …………………………………………………………………………… 1
BAB II
Pembahasan …………………………………………………………………………… 2
A. Pengertian Pengembangan diri ………………………………………… 2
B. Bidang Pengembangan diri………………………………………………. 2
1. Integritas diri ………………………………………………………………. 2
2. Kedisiplinan ……………………………………………………………….. 3
3. Kegigihan dan Kebijaksanaan ………………………………………. 3
4. Etika Kerja …………………………………………………………………. 3
C. Sifat yang harus dikembangkan………………………………………… 4
1. Berminat dan mampu mengembangkan dan dikembangkan 4
2. Murah hati………………………………………………………………….. 4
3. Bertanggung jawab dalam bekerja…………………………………. 4
D. Tujuan Pengembangan diri……………………………………………….. 5
1. Mendapatkan rasa aman ……………………………………………… 5
2. Kemantapan hidup………………………………………………………. 5
E. Trend dunia kerja…………………………………………………………….. 7
1. Jaminan pekerja………………………………………………………….. 7
2. Pengembangan pekerja……………………………………………….. 8
3. Sistem kerja ……………………………………………………………….. 8
4. Perubahan kerja………………………………………………………….. 9
F. Pentingnya Pengembangan diri …………………………………………. 10
G. Upaya Pengembangan diri ……………………………………………….. 11
H. Hal-hal yang harus dilakukan dalam pengembangan diri ………. 11
iv
I. Proses Pengembangan diri………………………………………………… 12
1. Pancarkan Antusiasme Anda………………………………………… 12
2. Master Sukses ……………………………………………………………. 13
3. Berani Mengambil Resiko Gagal……………………………………. 13
4. Ciptakan Perubahan ……………………………………………………. 14
5. Terimalah Perbedaan ………………………………………………….. 15
6. Jadilah Seorang Pejuang……………………………………………… 15
7. Tetaplah Fokus …………………………………………………………… 16
8. Jagalah Penampilan Anda ……………………………………………. 16
9. Lakukan Yang Anda Rasakan ………………………………………. 17
10. Kembangkan Rasa Humor Anda …………………………………. 17
J. Metode Pengembangan diri ………………………………………………. 18
1. Observasi…………………………………………………………………… 18
2. Refleksi ……………………………………………………………………… 18
3. Bacaan penuntun………………………………………………………… 18
4. Kunjungan/ikatan ………………………………………………………… 19
5. Mencari Umpan Balik…………………………………………………… 19
6. Mencari Tantangan……………………………………………………… 19
K. Faktor penghambat Pengembanga diri……………………………….. 20
1. Faktor yang berasal dari lingkungan……………………………… 20
2. Faktor yang berasal dari diri individu sendiri……………………. 20
3. Faktor usia. ……………………………………………………………….. 20
L. Solusi mengatasi hambatan dalam pengembangan diri…………. 20
BAB III
Penutup ………………………………………………………………………………….. 22
Daftar pustaka …………………………………………………………………………. 23
BAB I
PENDAHULUAN
Zaman berubah dengan cepat. Bidang kerja yang di masa lampau
dianggap penting, sekarang kehilangan makna. Pekerjaan yang di masa
lampau dikeramatkan, sekarang diganti dengan pekerjaan yang sama sekali
baru. Kecakapan yang dahulu dianggap mutlak untuk dikuasai, kini diganti
dengan alat sederhana. Sikap-sikap kerja yang dahulu menjadi kriteria
penilaian, kini malah harus ditinggalkan karena tidak sesuai dengan sistem
dan irama kerja. Manajement yang dahulu dianggap paling canggih, kini
dianggap usang dan tidak dapat digunakan lagi. Cara-cara kepemimpinan
yang dahulu dianggap sukses, kini dipertanyakan keampuhannya. Oleh
karena itu, dalam dunia yang cepat berubah, yang terus-menerus diperlukan
adalah pengembangan diri. Jika kita tidak mengembangkan diri, kita akan
ketinggalan zaman, terpinggirkan, dan tidak mendapat tempat di dunia kerja.
2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Pengembangan diri
Pengembangan diri adalah “Individu-individu yang mengembangkan
pengetahuan, keterampilan dan kemampuan-kemampuan mereka melalui
usaha-usaha yang diarahkan oleh diri mereka sendiri”.
B. Bidang Pengembangan diri
Pengembangan diri kita sebagai pekerja berdasarkan pada visi dan misi
kita sebagai pekerja, serta peran yang akan kita mainkan di tempat kerja.
Karena itu, sebelum kita mengambil langkah-langkah untuk mengembangkan
diri, kita terlebih dahulu menetapkan visi dan misi kita sebagai pekerja, serta
peran yang akan kita mainkan di tempat kerja. Visi kita sebagai pekerja,
misalnya “menjadi pekerja yang dapat dipercaya dan diandalkan.”
Berdasarkan visi itu, kita menetapkan misi kita sebagai pekerja, misalnya,
“memberi sumbangan optimal kepada lembaga tempat kita bekerja dengan
cara bekerja baik dan mendatangkan hasil kerja yang bermutu.” Dengan visi
dan misi seperti itu, kita berperan di tempat kerja.
Berbekal visi, misi, dan peran itulah kita mengembangkan diri. Bidang yang
kita kembangkan yaitu:
1. Integritas diri
Integritas diri adalah sikap yang melekat pada diri kita yang membuat
kita mampu tampil dan bekerja secara utuh, tak terpecah antara lahir
dan batin, antara kata-kata dan perbuatan, antara prinsip dan
tindakan, antara cita-cita dan kenyataan. Integritas kita capai dengan
mengambil prinsip-prinsip hidup yang benar, kita yakini dan kita
resapkan ke dalam diri, lalu kita usahankan untuk dipraktekan sebagai
pegangan hidup secara konsekuen
2. Kedisiplinan
Disiplin adalah sikap menundukan diri pada prinsip-prinsip hidup yang
diyakini dan dipegang. Untuk mencapai disiplin diri, kita menjalani
3
hidup dengann berkiblat pada prinsip-prinsip hidup yang benar dan
pada selera, rsa atau perasaan, minat sesat, keinginan mendadak,
atau cita-cita kabur, dan bukakn pula pada faktor-faktor yang ada
diluar diri kita, seperti menyenangkan orang, mendapatkan nama baik
dan pujian, diberi kepercayaan dan jabantan, dan sebagianya. Jika
kita berpegang pada prinsip, kita mendapatkan patokan dan tuntunan
hidup untuk mewujudkan bisi, mewujudkan misi, dan melaksanakan
peran kita. Sebaliknya, jika kita tidak berpegantg pada prinsi[, kita
mudah terombang-ambing dan akhirnya kehilangan visi dan misi,
serta lupa akan peran kita.
3. Kegigihan dan Kebijaksanaan
Gigih berarti mau terus bekerja meski pekerjaan yang kita lakukan
berat dan menekan. Dengan sikap gigih, pribadi kita ditempa, tekad
kita diperkuat, dan motivasi kita di perkokoh. Bijaksanan berrti berani
mengambil resiko, tetapi sudah mempertimbangkan masak-masak
segala konsenkuensi negatif dan positifnya. Dengan kebijaksanaan,
kita berani mengambil inisiatif, berani memulai sesuau yang baru,
berani merintis yang belum ada dengan menyadari dan mengetahui
resikonya, serta siap menanggung konsekuensi-konsekuensinya.
4. Etika kerja
Etika kerja adalah pemikiran yang mendalam-mulai dari sebab sampai
alasan yang terakhir-mengenai lingkup, seluk-beluk, makna, tujuan,
manfaat, cara melaksanakan, dan dampak kerja bagi pribadi manusi,
masyarakat, dan dunia. Etika kerja membantu kita memendang
pekerjaan bukan melulu sebagai sumber nafkah, melainkan sebagai
pangagilan hidup, sarana untuk mengembangkan dirk, dan medan
untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Dengan pekerjaan yang
kita emban, kita mau mengisi hidup secara berarti, mengembangkan
kemampuan dan kecakapan kita, dan membangun hubungan dengan
orang lain untuk bersama-sama membangun masyarakat dan dunia.
Disamping itu, dengan etika kerja yang baik, kita bekerja bukan hanya
4
demi kiri kita sendiri atau lembaga tempat kita bekerja, melainkan juga
bagi sesama, masyarakat, bahkan dunia.
C. Sifat yang harus dikembangkan
1. Berminat dan mampu mengembangkan dan dikembangkan
Kita berminat dan mampu berkembang dan dikembangkan jika kita
berminat untuk mengembangkan diri serta mempunyai kemampuan
untuk dikembangkan. Dengan minat untuk berkembang, kita akan
mudah menerima masukan-masukan dan pelatihan-pelatihan yang
diperlukan untuk pengembangan diri dan kerja kita. Dengan
kemampuan untuk dikembangkan, kita mempunyai modal untuk
dikembangkan. Jika mempunyai minat dan kemampuan untuk
berkembang dan dikembangakan, melalui sistem dan metode
pengembangan diri yang bagus dan sesuai, kita mempunyai
kemungkinan besar untuk berhasi l berkembang dan dikembangkan.
2. Murah hati
Murah hari (generous) merupakan sikap untuk tidan setengahsetengah
dalam hidup dan bekerja. Sebagai pekerja, dengan
kemurahan hati, kita bersedia mengerjakan apa saja yang diserahkan
kepada kita untuk mencapai tujuan lembaga, juga jika pekerjaan itu
tidak termasuk ke dalam tugas kita. Kesediaan ini menjadi petunjuk
bahwa kita memiliki kebesaran hati dan mau menerima tugas dengan
tanggung jawab yang lebih besar. Dengan demikian, berarti juga
bersedia menerima pelatihan dan pendidikan yang diperlukan untuk
mengemban tugas yang lebih berat.
3.Bertanggung jawab dalam bekerja
Bertanggung jawab mempunyai dua sisi, yaitu responsibilitas dan
akuntabilitas. Dari sisi responsibilitas, bertanggung jawab berarti mau
menerima tugas dan mengerjakan tugas itu dengan sepenuh hati,
pikiran, dan tenaga ssampai tuntas dan siap menerima segala
konsekuensinya. Dari sisi akuntabilitas, bertanggung jawab berarti
siap memberi pertanggungjawaban dan siap diminta pertanggungan
5
atas tugas yang sudah kita laksanakan. Ketika kita gagal atau tidak
berhasil dalam elaksanakan tugas, kita tidak memberi dalih,
melemparkan tanggung jawab kepada orang lain, atau encari kambing
hitam. Bertanggung jawab berarti kitalah yang telah melaksanakan
tugas itu dan kita juga yang menanggung segala akibat dari hasil
pelakasanaan tugas itu, baik positif maupun negatif. Dengan
bertanggung jawab, kita berusahan menjadi pekerja yang mandiri dan
tetap bekerja baik walaupun tidak diawasi. Selain itu, kita loyal
terhadap lembaga dan berdeidikasi untuk membantu lembaga
mencapai tujuannya.
D. Tujuan Pengembangan diri
Tujuan kita mengembangkan diri yaitu:
1. Mendapatkan rasa aman
Menurut Abraham Maslow, keamanan merupakan salah satu
kebutuhan dasar manusia. Di dunia kerja, keamanan itu meliputi
kondisi kerja, asuransi kesehatan, gaji pada waktu berhalangan kerja,
koperasi simpan pinjam, program pengembangan, dan dana pension.
Akan tetapi, keamanan dan rasa aman yang kita cari dengan
pengembangan diri bukanlah keamanan dari luar seperti itu,
melainkan kemanan dari dalam, yaitu kemanan batin. Kemanan
seperti itu kita dasarkan atas kemampuan untuk memberi sumbangan
di dalam hidup, kecakapan dalam kerja, watak, dan kepribadian yang
sudah berkembang secara lengkap dan utuh: lahir-batin, jasmanirohani,
material-spritual.
Kita merasa aman karena kita telah berhasil memodifikasi sikap dan
prilaku kita menjadi lebih baik, menambah kemampuan dan
kecakapan kita, serta meningkatkan prestasi kerja kita. Rasa aman
menjadi modal yang tidak ternilai tenang dalam hidup dan kerja kita.
2. Kemantapan hidup
Kemantapan hidup adalah keadaan hidup di mana kita tidak mudah
goyah dan digoyahkan, baik oleh factor-faktor yang ada di dalam diri
6
kita, seperti selera, emosi, ambisi, atau mimpi, maupun factor-faktor di
luar diri kita, seperti rekan kerja, atasan, lembaga, masyarakat,
bahkan dunia. Kemantapan hidup seperti ini merupakan hasil
komitmen yang sudah dibuat dan sikap konsekuen untuk memenuhi
komitmen itu. Ini berarti bahwa kita sudah berhasil menciptakan
kepaduan antara visi, misi, dan peran kita dengan cara hidup,
perilaku, dan cara kerja kita. Untuk dapat hidup mantap, kita
membutuhkan credo dan keyakinan.
Credo berasal dari kata latin credere yang berarti ‘percaya’. Maka,
credo berarti ‘aku percaya’. Credo adalah serangkaian hal dan nilai
yang kita percayai dan kita pegang sebagai pegangan dan pedoman
hidup. Dalam credo itu terkandung prinsip-prinsip yang kita gunakan
untuk mengendalikan dan mengarahkan hidup, perilaku, dan kerja
kita. Prinsip-prinsip tersebut berkaitan dengan diri sendiri, hubungan
dengan orang lain, hubungan dengan alam, dan hubungan dengan
Tuhan.
Keyakinan adalah perasaan pasti akan kebenaran dan kebaikan suatu
hal, nilai, atau prinsip. Keyakinan menjadi sumber tekad dan kemauan
hidup. Kita boleh memilikikemampuan dan kecakapan yang bagus,
tetapi jika kita tidak mempunyai keyakinan akan hal yang kita
kerjakan, kita tidak akan mendayagunakannya. Tanpa tekad dan
kemauan, kita tidak akan bergerak atau berbuat sesuatu. Sebaliknya,
dengan keyakinan, kita akan mengambil langkah dan tindakan untuk
mencapai sesuatu. Oleh keyakinan, arah hidup ditetapkan dan
kemampuan serta kecakapan dimanfaatkan.
Kesedihan untuk berkembang membuat kita para pekerja tidak pasif
karena kita terus-menerus didorong untuk memanfaatkan segala
kesempatan untuk maju. Meskipun lelah, dengan menggunakan
tenaga yang tersisa, kita bersedia mengikuti berbagai acara
pengembangan seperti ceramah, seminar, penataran, dan
sebagainya. Dengan menjadi manusia yang berkembang, kita akan
mendapatkan rasa aman dan kemantapan hidup, yaitu dua hal yang
7
kita perlukan untuk dapat melaksanakan kerja kita perlukan untuk
dapat melaksanakan kerja kita secara professional, efisien, efektif,
dan produktif.
Demi masa depan kita, entah berguna untuk mendapatkan promosi
atau tidak, sebaiknya kita terus berusaha mengembangkan diri
dengan mengambil usaha-usaha pengembangan agar menjadi
pekerja yang dapat diandalkan. Dengan menjadi pekerja yang dapat
diandalkan, kita menjadi pekerja yang berharga dan dihargai oleh
lembaga.
E. Trend dunia kerja
Dengan sikap-sikap itu, jika kita diberi kesempatan pengembangan, kita
siap untuk menerima dan memafaatkannya. Dalam rangka pengembangan
diri itu, kita sebaiknya mengetahui trend dunia kerja dewasa ini. Tujuannya
agar kita dapat mengembangkan diri sejalan dengan tuntutan dunia kerja
sekarang.
Akhir-akhir ini dalam dunia kerja mulai terjadi pergeseran dari pengelolaan
pekerja gaya lama ke pengelolaan pekerja yang baru. Bidang-bidang yang
mengalami pergeseran tersebut yaitu:
1. Jaminan pekerja
Dalam pengelolaan pekerja gaya lama, lembaga menanggung hampir
seluruh jaminan pekerja, seperti jaminan kesehatan, gaji pada waktu
berhalangan, jaminan hari tua, pensiun, bahkan transportasi dan
perumahan. Namun, dalam pengelolaan pekerja gaya baru, lembaga
hanya menanggung beberapa jaminan, misalnya jaminan kesehatan,
sedangkan jaminan-jaminan lain diserahkan kepada pekerja gaya
lama, gaji pekerja dipotong untuk bermacam-macam iuran jaminan,
sedangkan dalam pengelolaan pekerja gaya baru, praktis lembaga
memberikan seluruh upah atau gaji pekerja plus segala potonganpotongan
yang dahulu diambil untuk berbagai iuran jaminan dan
membiarkan pekerja mengurus sendiri jaminan-jaminan yang mereka
perlukan.
8
2. Pengembangan pekerja
Dalam pengelolaan pekerja gaya lama, lembaga mengambil tanggung
jawab penuh atas seluruh pengembangan karier pekerja. Lembaga
menempatkan pekerja di suatu bagian kerja, memberi mereka
kedudukan, jabatan, dan tugas kepada pekerja, mengatur serta
mengarahkan kecakapan kerja, lembaga memberikan pelatihanpelatihan
kerja, sedangkan untuk mengembangkan diri pekerja,
lembaga mengirimkan pekerja untuk menghadiri seminar, ceramah,
atau penataran. Dan untuk membantu agar pekerja mendapatkan
ijazah pendidikan yang lebih tinggi, lembaga mengirimkan pekerja
untuk studi lebih lanjut.
Dalam pengelolaan pekerja gaya baru, seluruh pengembangan
pekerja diserahkan kepada masing-masing pekerja. Kepada pekerja
yang berhasil meningkatkan atau menambahkan kecakapan kerja,
kepribadian dan pendidikannya, lembaga akan memberikan tugas
yang lebih sesuai atau memberikan promosi. Jika di dalam lembaga
ada lowongan kerja, lembaga mencari di antara pekerja-pekerjanya
yang memenuhi syarat-syarat untuk mengisi lowongan kerja itu. Jika
tidak ditemukan di dalam lembaga, maka lembaga mencari tenaga di
luar lembaga untuk mengisi lowongan tersebut. Singkatnya, pekerja
yang mau promosi ke tingkat kerja yang lebih tinggi, atau menduduki
jabatan yang lebih terhormat di dalam lembaga dipersilakan berusaha
sendiri untuk mencari dan memenuhi syarat-syarat kepribadian,
kemampuan, kecakapan, dan ijazah yang dituntut.
3. Sistem kerja
Dalam pengelolaaan pekerja gaya lama, pada umumnya pekerja
hanya menjadi pelaksana individual atau menjadi petugas
perorangan. Dan pekerja yang baik adalah pekerja yang mampu dan
cakap dalam kerja mereka, bekerja baik, rajin, disiplin, tekun, serta
tertib dan taat terhadap segala peraturan lembaga.
Dalam gaya pengelolaan pekerja gaya baru, pekerja bekerja dalam
suatu tim kerja. Dengan demikian, pekerja tidak cukup hanya menjadi
9
pekerja perorangan yang baik, tetapi juga harus mampu bekerja
dalam tim dan berperan sebagai anggota tim kerja yang baik. Pekerja
dalam pengelolaan pekerja gaya baru haruslah menjadi pekerja yang
mampu dan bersedia bekerja sama dengan rekan-rekan kerjanya.
Kemampuan untuk bekerja sebagai anggota tim kerja menuntut
mentalitas yang tidak dengan sendirinya dimiliki oleh pekerja
perorangan yang baik. Mentalitas itu perlu diajarkan dan dilatihkan.
4. Perubahan kerja
Perubahan kerja dalam pengelolaan pekerja gaya lama mirip dengan
perubahan kerja di kalangan pegawai negeri. Dalam pengelolaan
pekerja gaya lama, pekerja di dalam lembaga lebih kurang tetap dan
karier pekerja lebih kurang dapat diramalkan. Pekerjaan di lembaga
biasanya dibagi menjadi bagian produksi, pemasaran, personalia, dan
keuangan. Karena itu, pekerjaan pekerja biasanya tetap. Jika ada
seorang pemuda, lulusan STM bagian mesin, pada awal kerja diterima
di bagian produksi, maka sampai pensiun, ia akan tetap bekerja di
bagian produksi. Dalam pekerjaan yang tetap itu, seseorang
dimasukkan ke dalam pangkat golongan I, maka jika memenuhi
syarat, pada waktunya ia akan dinaikkan ke dalam pangkat golongan
II, dan seterusnya.
Perubahan kerja dalam pengelolaan pekerja gaya baru mirip dengan
perubahan kerja di perusahaan modern. Dalam pengelolaan pekerja
gaya baru, pembagian pekerjaan mungkin tetap sama, yaitu bagian
produksi, pemasaran, personalia, dan keuangan. Akan tetapi,
pengembangan bagian pekerjaan itu disesuaikan dengan tuntutan
pasar dan kebutuhan konsumen. Maka, perubahan orientasi dan
target kerja, peniadaan pekerjaan yang ada dan penciptaan pekerjaan
baru merupakan hal yang biasa. Dalam lembaga kerja seperti itu
mutasi, promosi, pengeluaran tenaga lama, dan pemasukan tenaga
baru dapat terjadi setiap saat. Karena itu, pekerjaan pekerja dapat
cepat berganti dan kariernya tidak mudah diramalkan.
10
Perubahan di dunia kerja itu berguna sebagai latar belakang dan
kerangka acuan bagi kita dalam mengembangkan diri. Dengan
mengetahui perubahan-perubahan di dunia kerja itu, pengembangan
diri dapat kita sesuaikan.
F. Pentingnya pengembangan diri
Setiap momentum pergantian tahun dalam perjalanan hidup kita, selalu
kita iringi dengan melakukan muhasabah. Hal ini dilakukan bukan sekedar
untuk mengenang masa lalu, namun sebagai persiapan untuk menghadapi
masa depan. Dengan melakukan muhasabah, kita dapat mengetahui
kekuatan dan kelemahan, peluang maupun tantangan yang kita miliki.
Bulan Ramadhan yang baru lalu, saya berkesempatan berkunjung ke
Jepang. Saat itu, saya menyaksikan fenomena peradaban modern Asia
melalui interaksi dengan masyarakat Jepang yang dinamis, makmur secara
materi, dan memiliki teknologi maju sehingga mampu menjadi keajaiban
Asia . Meskipun di sisi lain, kehidupan mereka sebenarnya timpang dan
menjadi ironi bila diukur dari parameter ukhrawi.
Negara Jepang, dengan caranya sendiri mampu mengantarkan
masyarakatnya menjadi masyarakat dengan peradaban modern. Rahasia
pencapaian kemajuan mereka adalah Keizen. Kaizen adalah konsep yang
diperkenalkan oleh Masaaki Imai, seorang pakar produktivitas perusahaan
Jepang. Imai yang sejak tahun 1950-an mempelajari produktivitas industri
Amerika kemudian menulis buku Kaizen, The Key to Japan s Competitive
Success (1986) yang berisi rahasia keberhasilan perusahaan dan industri
Jepang.
Strategi Kaizen merupakan konsep tunggal manajemen Jepang yang
menjadi kunci sukses dalam persaingan. Kaizen berarti penyempurnaan
secara kontinyu dan melakukan pengembangan secara total dengan
melibatkan semua unsur dan potensi yang ada. Kaizen berorientasi pada
proses dan usaha yang optimal, berbeda dengan manajemen Barat yang
lebih berorientasi pada hasil.
11
Esensi konsep Keizen dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam bentuk upaya untuk selalu mengembangkan dan menyempurnakan
kemampuan, prestasi dan produktivitas spiritual, intelektual, fisik maupun
material secara kaffah alias total.
G. Upaya Pengembagan diri
Pengembangan diri sebenarnya merupakan proses pembaruan. Proses
ini disebut oleh Stephen R. Covey dalam The 7 habits of Highly Effective
People (1993) sebagai konsep asah gergaji. Pembaruan yang dilakukan,
menurut Covey mesti meliputi empat dimensi yaitu: pembaruan fisik, spiritual,
mental dan sosial/emosional.
Pembaruan fisik dapat dilakukan dengan melalui olahraga, asupan nutrisi,
dan upaya pengelolaan stres. Pembaruan spiritual dapat diraih melalui
penjelasan tentang nilai dan komitmen, melakukan studi atau kajian dan
berkontemplasi atau berdzikir. Dimensi mental dapat diperbarui melalui
kegiatan membaca, melakukan visualisasi, membuat perencanaan dan
menulis. Adapun dimensi sosial/emosional diasah melalui pemberian
pelayanan, bersikap empati, melakukan sinergi dan menumbuhkan rasa
aman dalam diri. Dalam proses pengembangan diri diperlukan
keseimbangan (tawazun) dan sinergi (tanasuq) untuk mencapai hasil optimal
sebagaimana yang diharapkan.
Pengembangan diri tidak muncul begitu saja. Untuk meraihnya, diperlukan
latihan dengan pola seperti spiral. Pola ini melatih kita untuk bergerak ke
atas sepanjang spiral secara terus-menerus. Pola spiral ini memaksa kita
untuk melalui tiga tahap kegiatan yakni belajar, berkomitmen, dan berbuat.
Latihan ini harus terus-menerus berjalan secara berulang-ulang sampai
kualitas dan produktivitas diri kita menjadi semakin tinggi.
H. Hal-hal yang harus dilakukan dalam pengembangan diri
Dalam melakukan pengembangan diri, kita memerlukan tolok ukur yang
nyata dan aplikatif untuk mengetahui kemajuan dan perkembangan yang
telah kita capai . Konsep Sharpening Our Concept and Tools (SHOOT) yang
12
dikembangkan oleh Lembaga Manajenen Terapan Trustco berikut ini dapat
kita jadikan sebagai contoh daftar aktivitas pengembangan diri.
1. Memperluas pengetahuan mengenai fakta situasional. Jangan bersikap
tak acuh dengan lingkungan sekitar;
2. Menjalin hubungan dengan orang lain;
3. Mengelola waktu secara efektif;
4. Menjaga keaktualan pengetahuan agar tidak tertinggal dan relevan.
Jangan malas mencari pengetahuan baru;
5. Berlatih untuk mengumpulkan fakta dan membuat asumsi;
6.Membuat jurnal pribadi dengan menggunakan catatan harian agar jadwal
kita menjadi teratur.;
Menentukan batas-batas kekuasaan dan otoritas yang kita miliki
1. Jelas agar kita dapat leluasa berkembang;
2.Mendengarkan dengan seksama;
3.Melakukan pengambilan keputusan dengan baik;
4. Membiasakan membuat teknik perencanaan (planning) yang baik.
I. Proses Pengembangan diri
1. Pancarkan Antusiasme Anda
Menerapkan Prinsip-Prinsip Bertindak kedalam kehidupan nyata akan
mempertinggi jiwa anda dan mengangkat semangat anda. Anda akan
merasakan kenikmatan dan semangat untuk hidup. Anda akan
menjalani hari-hari yang penuh dan lebih baik. Hal ini terjadi karena
anda telah memanfaatkan saat-saat hening anda untuk berpikir,
mengorganisasikan dan memprioritaskan hidup anda. Anda akan
mencintai banyak hal dan hal-hal tersebut akan menjadi bagian dari
hari-hari anda. Anda akan selalu berada di bawah kendali. Setiap hari
anda akan melakukan hal-hal baik untuk diri anda sendiri maupun
orang lain. Kata-kata seperti membosankan, ejekan, tidak berarti,
akan jarang m e w a r n a i k e r j a d a n h u b u n g a n a n d a .
Dengarlah CD kesukaan anda. Telponlah teman. Bacalah buku-buku
yang bagus. Tersenyumlah. Dengarkan. Lihat. Rasakan. Baui . Jalan13
jalanlah dan lihat seluruh keajaiban dunia anda. Tunjukkan kepada
semua orang bahwa hidup adalah suatu yang berharga.
Jadilah seorang motivator. Tanyai orang lain tentang tujuan mereka
dan bagaimana anda mungkin membantu mereka. Buatlah orangorang
merasa menjadi bagian dari sebuah tim yang berhasil. Mintai
mereka masukan. Yakinkan bahwa setiap orang terlibat dan di beri
informasi. Berikan insentif kinerja. Cari kesempatan untuk memuji dan
memberi imbalan. Antusisme adalah sesuatu yang mudah menular.
2. Master Sukses
Ada master di dalam diri anda yang menjadi panutan. Master tersebut
adalah anda pada kondisi yang terbaik. Teruslah berusaha. Anda
tenang, tenggang rasa, sabar dan percaya diri. Anda jujur, dapat
dipercaya, bertanggung jawab dan dapat diandalkan. Anda loyal dan
menarik. Anda rendah hati dan menghormati orang lain. Anda tagguh,
percaya diri, tekun dan pekerja keras. Anda terorganisir, anggun dan
stabil. Anda selalu ingin tahu dan mau di ajar. Anda sehat,
bersemangat dan entusiastik. Anda baik hati, bersahabat, suka
membantu dan dermawan. Anda berani dan gigih. Anda bermoral
dan beretika
3. Berani Mengambil Resiko Gagal
Bersiap-siaplah. Saat ini adalah saat yang paling baik bagi anda untuk
memulai tindakan-tindakan yang positif. Anda selalu berlatih dan anda
punya kepercayaan diri dalam mempersiapkan tindakan anda. Jangan
biarkan diri anda dikalahkan oleh keraguan. Anda menyadari bahwa
saatnya akan datang dimana anda harus bertindak. Jika anda ragu
terlalu lama, keraguan tersebut akan selalu menyelimuti dan berubah
menjadi ketakutan. Ya, anda bisa tersandung. Ya, anda bisa ditolak.
Ya, anda mungkin gagal. Inilah hidup. Para penakluk kehidupan setuju
bahwa dalam berusaha mereka mungkin harus menyesuaikan dirinya,
bahkan memulainya kembali berkali-kali. Perbedaan antara orang
sukses dengan yang lainnya bukan pada apakah anda membuat
kesalahan atau bahkan gagal untuk sementara waktu, tetapi
14
perbedaanya pada bagaimana respon anda..
Kebanyakan orang mencari jaminan sebelum mengambil tindakan.
Namun, dalam usaha pencarian jaminan tersebut, mereka sering
menerima peringatan yang dapat dengan mudah digunakan sebagai
alasan untuk tidak bertindak. Waspadalah, karena mereka yang paling
mencintai andalah yang mungkin memperingatkan anda paling keras
agar tidak mengambil resiko.
4. Ciptakan Perubahan
Status quo mungkin kondisi yang menyenangkan, namun karena
harus terjadi perkembangan, maka harus ada perubahan. Karena
anda mencari perkembangan, maka anda harus mencari perubahan.
Jangan anda lihat lingkungan anda sebagaimana adanya, namun
bagaimana seharusnya dan seyogyanya. Anda mencari perubahan
karena anda perlu mencari jati diri yang lebih baik sehingga anda
dapat memainkan peran anda dalam menciptakan dunia yang lebih
baik.
Pertama, ubahlah diri anda sendiri. Bisakah anda mengubah hari-hari
anda dan menghabiskan lebih banyak waktu untuk keluarga anda?
Bisakah anda mengubah rutinitas makan siang anda dan
menyempatkan waktu untuk berjalan-jalan? Dapatkah anda saat
pulang dari kantor menyempatkan diri untuk berhenti sejenak di panti
asuhan selama dua puluh menit dan mengunjungi sesorang yang
tidak pernah di kunjungi orang lain? Bisakah anda mengubah kantor
anda dan menyempatkan waktu untuk menghubungi lebih banyak
orang lagi Apakah konsekuensi dari tidak adanya perubahan?
Sadarlah bahwa banyak orang yang tidak membuat perencanaan
karena mereka tidak ingin mengambil resiko dari perubahan.. Tidak
melakukan banyak hal dalam hidup anda adalah hal yang lebih mudah
dan aman daripada mengambil resiko, tapi anda akan menjadi orang
yang kerdil. Maka dari itu carilah perubahan yang bisa membuat anda
menjadi semua yang anda inginkan.
15
5. Terimalah Perbedaan
Lihatlah setiap orang sebagai individu dan bukan sebagai bagian
sebuah kelompok. Seluruh manusia dari seluruh negara dan budaya
pada dasarnya adalah sama tanpa memandang ras, warna, keyakinan
atau jenis kelamin. Percayalah dengan keyakinan dan kepercayaan
bahwa sebagian besar orang-orang yang anda temui, jadikan teman
atau ajak ber bisnis lebih banyak persamaannya daripada
perbedaannya dengan anda. Orang pada dasarnya baik. Sebagian
besar orang bertindak baik. Mereka tidak punya maksud menyakiti
anda dan akan membantu anda pada saat anda membutuhkan.
Jangan buang-buang waktu anda untuk memikirkan yang sebaliknya.
Jangan menjadi pihak yang membuat rumor atau gosip. Tolaklah
kebijakan yang bersifat stereotip, memecah belah dan merendahkan
diri yang mengelompokkan orang kedalam kategori-kategori. Jadilah
orang pertama yang membangun jembatan toleransi dan
kesepahaman.
6. Jadilah Seorang Pejuang
Pejuang mempunyai sifat tangguh dalam kesetiaan, kehebatan,
ketetapan hati, bersikap, berinisiatif, daya tahan, keberaniaan dan
kekuatan tekad. Para pejuang bersifat lembut dalam ketenangan,
percaya diri dan pengasih. Para pejuang sering diundang maju
manakala yang lain berkeinginan mundur. Para pejuang ada di dalam
peperangan dan dalam kehidupan setiap hari. Orang lain mungkin
bersikap kasar, mementingkan diri sendiri dan bereaksi dengan penuh
kebencian terhadap anda. Meskipun demikian, tetaplah sopan.
Mereka yang anda tolong mungkin mengeluh dan tidak berterima
kasih. Meskipun demikian, tetap tolong mereka.
Kata-kata jujur anda mungkin di bantah dan direndahkan. Meskipun
demikian, tetaplah bersuara. Keberhasilan mungkin melibatkan
banyak kesalahan dan kekecewaan. Meskipun demikian, teruslah
berusaha untuk sukses. Bantuan anda mungkin terlalu kecil. Meskipun
16
demikian, tetaplah memberi. Seorang pejuang adalah teladan, selalu
siap untuk berkembang dan melayani orang lain.
7. Tetaplah Fokus
Di dalam perjuangan hidup, anda akan sering menerima pukulan.
Beberapa pukulan tersebut mungkin menyakitkan. Namun hal itu juga
akan lewat. Anda adalah pusat dari semesta. Penuhi keperluan anda
dulu. Kemudian pergilah ke keluarga, teman, tetangga dan pekerja
anda. Bergeraklah ke komunitas yang lebih besar. Jangan gunakan
kata menyelamatkan dunia sebagai alasan anda untuk melupakan
keluarga anda. Jangan biarkan orang lain menekan dan meburu anda
untuk bertindak sebelum anda putuskan mana yang terbaik. Hal
terpenting yang bisa diberikan seorang bapak kepada anak-anaknya
adalah dengan mencintai ibu mereka. Berdirilah dengan lutut agak
membengkok. Tadahkan kepala. Bernafaslah yang dalam dari perut
anda. Anda adalah bagian yang sangat kecil dari benda-benda yang
maha besar. Anda menyatu dengan semesta. Anda adalah segala
sesuatu dan bukan sesuatu. Tetaplah tenang, seimbang dan
waspada.
8.Jagalah Penampilan Anda
Penampilan anda yang memuaskan menunjukkan keanggunan dan
kelembutan yang sederhana. Anda tampil kuat secara fisik, emosional
dan spiritual, dan anda tampak bahkan masih mempunyai cadangan
kekuatan yang lebih besar. Anda tenang, terkoordinasi dan seimbang
Anda mengarahkan dengan keyakinan yang mantap dan mudah.
Tenanglah. Pertimbangkan dengan matang. Mantaplah dan
waspadalah. Tampillah dengan bagus. Berbahagialah. Tegakkan
kepala dan tarik pundak anda ke belakang. Jaga pandangan mata
lurus ke depan. Bernafaslah yang dalam. Berbicaralah dengan suara
lembut dengan cara yang penuh tenggang rasa. Jangan terlalu sering
memotong pembicaraan. Bicaralah yang singkat. Berjalanlah dengan
tujuan. Jangan terburu-buru. Berjabat tanganlah dengan mantap.
Mata anda adalah mata yang bersahabat. Anda bersikap hormat.
17
Tersenyumlah yang tulus. Anda menunjukkan gaya dan kelas. Kesan
pertama tak akan terlupa. Sesuatu yang anda inginkan akan datang
sebagai hasil dari sikap baik dan ketekunan anda. Berhentilah sejenak
dan nikmati saat-saat itu. Mulailah bekerja.
9. Lakukan Yang Anda Rasakan
saat terbaik untuk melakukannya. Jika anda bahagia, tersenyumlah.
Jika anda berani, bertindaklah. Jika anda mendapatkan layanan yang
bagus, pujilah. Jika anda merasa bersemangat, lakukan sesuatu yang
positif. Jika anda mempunyai lelucon yang bagus, ceritakanlah.
Jika anda mempunyai kelebihan, beramallah. Jika anda ingin kaya,
menabung dan berinvestasilah. Jika sesorang perlu pertolongan,
bantulah atau berkatalah yang lembut. Jika anda berjanji, tepatilah.
Jika anda ingin melihat sesuatu menjadi lebih baik, berikan suara
anda pada wakil anda.
10. Kembangkan Rasa Humor Anda
Di segala bidang kehidupan, kelucuan yang spontan, tawa yang tulus,
senyum dan rasa humor yang hangat selalu di hargai. Agar menjadi
orang yang pintar ber humor, sering ceritakan humor.
Praktikkan. Tirulah komedian yang anda kagumi atau teman-teman
anda. Mulailah mengumpulkan lelucon. Pastikan selalu bahwa lelucon
anda bukan lelucon kotor dan tidak menyerang. Fokuskan pada
subjek lucu yang universal anda. Kebanyakan humor yang terbaik
adalah yang bercerita tentang diri sendiri. Oleh karena itu, anda harus
belajar menertawai diri sendiri. Dalam perjalanan anda menuju
sukses, akan anda temui banyak sandungan dan kegagalan, yang
menyediakan banyak kesempatan kepada anda untuk mengubah halhal
yang tidak diharapkan tersebut menjadi bahan lelucon pengurang
stress. Jangan terlalu terganggu oleh masalah-masalah kecil. Jadikan
masalah-masalah tesebut sebagai bahan tertawaan. Selalulah ramah.
Humor akan menambah daya tarik anda.
18
J. Metode Pengembangan diri
Beberapa Metode Pengembangan Diri. Selain metode-metode formal
seperti misalnya kursus-kursus dan program-program pelatihan, ada
berbagai macam metode yang dapat digunakan dan diatur oleh individu itu
sendiri. Metode yang paling umum digunakan adalah :
1.Observasi
Seseorang dapat memulai belajar banyak hanya dari mengamati prilaku
orang lain. Sebagai contoh adalah area kemampuan interpersonal di
mana mengamati kemampuan seorang negosiator yang efektif akan
sangat bermanfaat. Target-target pengamatan dapat dimulai dari
manajer, rekan-rekan dan bawahan-bawahan individu tersebut.
2.Refleksi
Metode ini mengacu pada memikirkan dan menganalisis hasil
observasi. Ini juga mencakup refleksi pada prilaku, kinerja dan alasanalasan
utama dari individu itu sendiri.
3. Bacaan penuntun
Membaca buku-buku teks, jurnal-jurnal, dan artikel-artikel merupakan
cara yang mudah untuk meningkatkan pengetahuan. Meminta saran
dari orang yang lebih berpengalaman akan sangat bermanfaat dalam
penghematan waktu, uang dan usaha. Seperti misalnya jika kita
mengalami kesulitan dalam pengontrolan keuangan, maka saran
seorang akuntan haruslah menjadi acuan, disamping bacaan tentang
keuangan.
19
4 Kunjungan/ikatan
Menggunakan waktu sehari atau dua hari untuk mengamati dan
mengadakan pembicaraan dengan staf di bagian personalia,
pemasaran, ataupun keuangan akan meningkatkan pengetahuan
mengenai fungsi-fungsi tersebut maupun pengertian akan kontribusi
mereka.
5. Mencari Umpan Balik
Mencari umpan balik merupakan hal yang penting dalam proses belajar
dan pengembangan diri, khususnya dalam pengembangan
keterampilan walaupun metode ini sedikit lebih beresiko. Umpan balik
juga dapat digunakan untuk memonitor kemajuan individu. Satu hal
yang penting dalam metode ini adalah memilih target-target umpan
balik dengan hati-hati.
6. Mencari Tantangan
Jika individu tidak yakin dengan kemampuannya, biasanya dia akan
menghindari aktivitas tersebut. Tetapi hal ini tidak bisa dibiarkan terus
kalau individu itu tidak ingin pengembangan dirinya terhambat. Untuk itu
diperlukan usaha-usaha lain untuk lebih sering ikut terlibat dalam
aktivitas tersebut. Jika didukung dengan persiapan, misalnya melalui
bacaan penuntun, dan dengan analisis kinerja, metode ini akan menjadi
metode yang paling pas untuk pengembangan diri, misalnya
memberikan presentasi dan memimpin pertemuan-pertemuan.
20
K. Faktor penghambat Pengembangan diri
Faktor yang menghambat diri kita untuk berkembang
1. Faktor yang berasal dari lingkungan.
Sistem yang dianut. Kadang-kadang sistem yang berlaku dalam
lingkungan kita, apakah dalam pekerjaan pendidikan atau lingkungan
sosial di mana kita berada, tanpa disadari menghambat pengembangan
diri kita, misalnya diberlakukannya sistem senioritas dalam jenjang
jabatan di mana kita bekerja.
Tanggapan atau sikap/kebiasaan dalam lingkungan kebudayaan.
Kadang-kadang tradisi atau kebiasaan yang berlaku menghambat
perwujudan dari perkembangan diri seseorang.
2. Faktor yang berasal dari diri individu sendiri.
Faktor tujuan hidup yang tidak/belum tergambar dengan jelas.
Faktor motivasi dan faktor keengganan untuk menelaah diri. Kadangkadang
manusia takut untuk menerima kenyataan bahwa ia memiliki
kekurangan ataupun kelebihan pada dirinya.
3 .Faktor usia.
Kadang-kadang orang yang sudah tua dalam usia tidak melihat bahwa
kearifan dan kebijaksanaan dapat dicapainya. Mereka cenderung
memandang bahwa usia muda lebih hebat karena produktif.
L. Solusi mengatasi hambatan dalam pengembangan diri
Memang banyak aspek penghambat pengembangan kepribadian kita,
namun sebenarnya masalah itu bisa diatasi dengan cara:
Bicara adalah perkara mudah. Namun, hanya bicara yang diikuti oleh
tindakan yang dapat membuat segalanya menjadi lebih baik.
·Anda tidak akan dapat mencapai kemajuan apabila selalu mengerjakan
sesuatu dengan cara yang sama. Oleh karena, mengubah cara harus sering
dilakukan meskipun dapat membuat anda merasa kurang nyaman.
·Anda harus berusaha menghentikan kebiasaan yang tidak baik dengan
sungguh-sungguh.
21
·Semakin lama anda tenggelam dalam perilaku yang merugikan diri sendiri,
semakin lama anda harus berjuang untuk menghentikannya.
·Menghindari tindakan yang anda kuatirkan akan gagal hanya dapat
mengurangi kecemasan anda sementara. Dalam jangka panjang,
penghindaran ini justru dapat berakibat buruk. Oleh karena itu lebih baik
menghadapinya, ketimbang mengindar.
·Makin sering anda berfikir bahwa anda tidak berguna dan tidak berharga
setelah mengalami kegagalan, semakin sulit anda mencapai keberhasilan.
·Kalau anda ingin menemukan kedamaian dan kegembiraan di dunia dan
Insya Allah di surga nanti, atau ingin menjadi lebih baik, anda harus
memaksa diri untuk melakukannya.
22
BAB III
PENUTUP
Sikap pengembangan diri perlu dibangun karena menentukan gaya
manajemen pengembangan diri anda. John Maxwell dalam The Winning
Attitude; Your Key to Personal Success (1993) menyimpulkan bahwa sikap
hidup menentukan tindakan, pola hubungan dengan orang lain, perlakuan
yang kita terima dari orang lain, keberhasilan dan kegagalan, menentukan
hasil akhir, cara pandang yang positif dan optimis. Ia juga menyatakan, sikap
anda sekarang adalah hasil dari sikap-sikap anda selama ini.
Oleh karena itu sangat tepat jika kita selalu berpegang pada pesan Nabi saw
dalam hadits riwayat al-Bukhari, segala aktivitas ditentukan oleh niat dan
seseorang akan menuai hasil aktivitasnya sesuai dengan niatnya. Niat itulah
sebenarnya yang merupakan benih dari sikap diri sehingga perlu dijaga
kesucian dan kekuatannya. Dengan demikian, niat dapat memberikan energi
positif dalam pengembangan diri. Nabi juga bersabda bahwa sangatlah
beruntung seseorang yang senatiasa menyibukkan diri dengan
kekurangannya, ketimbang mengorek kekuarangan orang lain. (QS. Ali
Imran: 110-194)
23
DAFTAR PUSTAKA
1. Hardjana, Agus M, Pekerja Profesional, Surabaya: Kanisuius,1999
2. http://parlindungan-sinaga.blogspot.com/2008/05/pengembangan-diri.html
3. http://triagus.multiply.com/reviews/item/21
4. http://ummahattokyo.tripod.com/kepribadian/mengenali_diri.htm
24

About these ads

14 responses to this post.

  1. wah bagus deh artikelnay, menarik untuk bekal pengembangan diri

  2. Artikel nya menarik, pengembangan diri memang layak jadi perhatian karena dengan pengembangan pribadi yang dapat menentkan kualitas hidup kita.

  3. Posted by SITI MARDIYAH on September 30, 2009 at 1:59 pm

    BAGUS BANGET.KIRIM KE E-MAIL SAYA YA MAKASIH

  4. Posted by Tieka on Januari 26, 2011 at 10:24 am

    b9us b9T …. :))

  5. Posted by nurulshawolelf on Januari 11, 2012 at 9:32 pm

    Wah. kakak keren,, saya kagum klo boleh kirim donx ke email saya :)
    Salam kenal ;)

  6. wowww…..bguz bgt kak,boleh bagi pinter.na donk..!!!!

  7. Posted by syawal on Mei 9, 2012 at 9:21 pm

    keren banget gan ,thank’s ya inormasinya …

  8. Sebuah karya tulis yang lugas dan lengkap dalam pembahasan pengembangan diri, semoga etika profesinya mendapat niai A++, salam kenal dari Bandung.

  9. salam kenal,artikel yang sangat bagus.mohon ijin untuk dijadikan referensi tugas saya.terima kasih dan smga sukses untuk anda dan semangat untuk selalu posting tulisan2 yang bermanfaat.terimakasih.

  10. terimakasih salam kenal dari saya feeling navigator. memang benar untuk mencapai pribadi yang berkualitas, pengembangan diri adalah sebuah keharusan

  11. heeh wah sip. perlu dipraktekkan dulu ini biar jadi orang kharismatik hehe

  12. Posted by yunet on Oktober 11, 2013 at 4:09 pm

    siiip bnget ieh

  13. izin kopi ea :)

  14. bagus banget mbak..menginspirasi

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: